|
Layanan - layanan kami yang dapat anda pilih : - Shared Hosting, termasuk di dalamnya paket Hosting reseller yang sesuai untuk anda yang memiliki banyak account atau bagi anda yang ingin membagi sendiri quota space untuk dijual kembali. Anda memiliki kebebasan untuk membuat multi cpanel. Sedangkan bagi pelanggan biasa andapun dapat memilih shared hosting ini karena sesuai dengan budget dan fitur dari website anda yang tidak terlalu berat. paket ini sangat ekonomis, namun demikian jika anda ingin memiliki paket yang jauh lebih bebas dalam menggunakan resource Server, anda bisa pilih Virtual Private Server maupun Dedicated Server dengan paket server berkelas yang sudah kami sediakan.
|
|
Ardhi Suryadhi - detikinet
Jebakan Virus YM (vaksincom)Jakarta - Virus Yahoo Messenger dapat melakukan update layaknya program antivirus dengan mendownload beberapa file dari website yang telah ditentukan. Tak ayal, untuk menyingkirkannya pun terbilang sulit.
Simak 9 langkah untuk membersihkan virus paling ganas dan paling banyak mengganggu di awal tahun 2010 ini menurut analis virus dari Vaksincom, Adang Jauhar Taufik:
1. Putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan maupun internet
2. Ubah nama file [C:\Windws\system32\msvbvm60.dll] menjadi [xmsvbvm60.dll] untuk mencegah virus aktif kembali selama proses pembersihan.
3. Sebaiknya lakukan pembersihan dengan menggunakan Tools Windows Mini PE live CD hal ini disebabkan untuk beberapa file induk dan file rootkit yang menyamar sebagai services dan drivers sulit untuk di hapus terlebih file ini akan disembunyikan oleh virus.
Kemudian booting komputer dengan menggunakan software Mini PE live CD tersebut. Setelah itu hapus beberapa file iduk virus dengan cara:
|
|
Jakarta (ANTARA News) - Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) berjanji akan bersikap kooperatif menanggapi wacana revisi UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik).
"Kami belum tahu pasal-pasal mana saja yang diusulkan untuk direvisi, yang jelas kita akan kooperatif kok," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, Gatot S. Dewa Broto, di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan, jika telah ada usulan secara resmi pihaknya akan mempelajari dan pada intinya turut mendukung secara kooperatif.
Namun, Gatot meminta agar masyarakat tidak menuntut pihaknya mengambil inisiatif untuk melakukan revisi terhadap UU ITE.
"Jangan tuntut kami untuk lakukan revisi, pihak lain lakukan inisiatif itu dan kami akan kooperatif," katanya.
Pihaknya menyatakan menghormati posisi Mahkamah Konstitusi di mana Depkominfo memiliki peran sejalan dengan lembaga tersebut terkait UU ITE.
Menurut dia, siapa saja bisa merevisi UU ITE sejauh memiliki keterkaitan dengan UU itu.
|
|
Kamis, 7 Januari 2010 16:42 WIB | Iptek | Internet | Dibaca 1899 kali
Internet/ilustrasi. (ANTARA/Oka Barta)
Palangkaraya (ANTARA News) - Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) memperkirakan saat ini masih terdapat lebih dari 200 juta penduduk di Indonesia yang belum melek internet.
"Oleh karena itu kami targetkan agar hingga tahun 2015 nanti jumlah pengguna internet harus sudah separuh penduduk atau sekitar 117 juta orang," kata Direktur Pemberdayaan Telematika Ditjen Aplikasi Telematika Depkominfo Azkar Badri di Palangkaraya, Kamis.
Azkar Badri mengatakan, kondisi saat ini dari seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 230 juta orang, baru 20 juta orang diantaranya yang telah mendapat akses internet.
Sementara sekitar 200 juta hingga 210 juta penduduk lain masih belum dapat menikmati akses internet karena kendala wilayah maupun pengetahuan yang terbatas.
|
|
Denpasar (ANTARA News) - Masyarakat Indonesia yang umumnya sudah akrab dengan internet dinilai sudah sangat siap dengan budaya belanja secara "online".
"Persoalannya adalah di Indonesia belum ada perusahaan belanja online yang secara serius melayani masyarakat untuk memenuhi semua kebutuhan mereka," kata pendiri dan CEO situs belanja Kemana.com Christoper Banz kepada ANTARA di Denpasar, Jumat.
Didampingi Managing Director Kemana.com Novira Camelia, ia menjelaskan, masyarakat di Singapura dan Malaysia sudah sangat akrab dengan cara belanja lewat dunia maya tersebut dan masyarakat Indonesia akan memasuki fase itu.
Ia menjelaskan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2008 sebanyak 25 juta orang dan pada 2009 hingga 2010 diperkirakan akan naik sekitar 37 persen. Karena itu masyarakat sebenarnya sudah sangat akrab dengan berbagai fasilitas yang tersedia di internet, termasuk belanja.
|
|
Jayapura (ANTARA News) - Manajer Sales Data dan Value Added Service (VAS) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Papua, Amran Ali mengatakan, teknologi internet dapat menjadi media efektif untuk memperkaya wawasan masyarakat di Papua.
"Papua merupakan wilayah yang relatif jauh dari daerah-daerah bagian barat Indonesia yang cenderung lebih pesat pembangunannya. Dengan internet, masyarakat di Papua tidak akan ketinggalan informasi dan pengetahuan karena `online` dan bisa diperbarui terus menerus," ujar Amran di Jayapura, Minggu.
Dia mengatakan, kesadaran masyarakat di Papua akan pentingnya teknologi internet belum setinggi masyarakat di daerah lainnya yang telah menjadi salah satu kebutuhan hidup.
|
|
|
|
|